Sukses

Unik, Pasar Tradisional Ini Semua Pengunjungnya Laki-Laki

Liputan6.com, Jakarta Pasar tradisional di Qatar, ternyata punya cerita menarik. Untuk keperluan sehari-hari, biasanya kebutuhan kami tercukupi dengan berbelanja di supermarket saja. Karena barang yang dijual cukup lengkap, serta nyaman karena dekat rumah.

Namun kali ini saya punya rencana untuk memasak dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya, sehingga saya memutuskan untuk pergi ke pasar grosir "wholesale market" di daerah Salwa road Doha yang terkenal lengkap dan murah.

Ditemani seorang sahabat yang sudah sering bertandang kesana, saya bergegas ke lokasi. Panasnya suhu udara Qatar yang mulai memasuki musim panas tak menggetarkan langkah kami. Tiba di pasar yang terletak di pinggir kota Doha, saya dibuat tercengang dengan besarnya pasar itu.

Foto: Putri Noni

Pasar ini terdiri dari beberapa bagian, ada yg khusus menjual daging dan ikan, sayur mayur, dan buah-buahan. Setelah bebeapa saat mengamati keadaan sekitar, saya baru menyadari bahwa banyak pasang mata yang menatap kami.

Terlintas di benak saya, apakah ada yang salah dengan pakaian saya? Namun kemudian saya teringat satu hal yang saya tidak perhatikan sedari datang tadi. Penjual dan pengunjungnya hampir seluruhnya laki-laki. Perempuan yang datang pun bisa dihitung pakai jari. Sempat rikuh juga, tetapi lama kelamaan terbiasa. Toh tidak ada penolakan akan keberadaan kami.

Menariknya lagi, di pasar ini ada semacam liaison officer(LO) atau agen marketing yang membantu mengarahkan pembeli dalam mencari barang yang dibutuhkannya. Satu orang akan terus mendampingi pengunjung, dan menunjukkan tempat-tempat terbaik untuk memperoleh barang yang akan dibeli. Pengetahuan mereka juga dapat diandalkan, meskipun kendala komunikasi pasti ada.

Soal harga, wah, benar-benar mencengangkan. Harga di pasar ini mencapai 85% lebih murah dari supermarket langganan saya. Harga brokoli yang biasanya saya beli 10QR ( 36 ribu Rupiah)/batang, di pasar ini dapat saya peroleh dengan harga 8 QR (29 ribu rupiah) isi 6 batang. Kesegarannya pun tidak perlu diragukan lagi. Wah, kalau untuk ibu-ibu, selisih harga besar dan dapat barang bagus, serasa menang undian.

Kekurangannya adalah pembelian barang di pasar ini jumlahnya harus banyak. Ditambah dengan panasnya cuaca terik khas Timur Tengah, pastinya membuat malas untuk berlama-lama di sini. Pasar ini memang hanya cocok bagi mereka yang memiliki toko atau rumah makan, atau sedang bersiap masak karena menang arisan, atau acara yang mengharuskan masak-memasak dengan jumlah besar. Tak heran tak banyak perempuan yang mau berbelanja kesini.

Dan ditengah hiruk pikuknya pasar, saya tentunya tak melewatkan kesempatan untuk selfie. Ya kan, belum tentu saya mau dan bisa kembali lagi ke pasar ini.

Penulis:

Putri Noni

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Menakjubkan, Desa Kecil Ini Dihuni 39 Pasang Anak Kembar
Artikel Selanjutnya
7 Jajanan Kaki Lima yang Halal di Korea Selatan