Sukses

Tommy Prabowo Kini Lebih Tenang Menjalani Hidup, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta Ramadan adalah bulan yang selalu dinanti seluruh umat muslim. Selama sebulan penuh, umat muslim di seluruh dunia melakukan kewajiban berpuasa. Momen ini biasanya dimanfaatkan juga untuk berkumpul bersama keluarga.

Terlebih lagi saat merayakan Idul Fitri, hari kemenangan.

Hal tersebut ternyata tidak berlaku bagi Tommy Prabowo. Sudah sejak 13 tahun lalu ,Tommy terbiasa menjalani ibadah puasa sendiri. Bahkan setiap Lebaran, ia tidak menjalani tradisi mudik, meskipun semua keluarganya berada di Solo. Sedih, tapi menurutnya hidup harus tetap berjalan.

Menjadi seorang mualaf menjadikan Tommy harus menjalani puasa dan Idul Fitri sendiri. Diakui Tommy, tahun-tahun pertama terasa berat. Namun ia selalu yakin ada Allah dan ini adalah pilihan terbaik. Yang selalu ia ingat adalah dirinya cinta Islam dan tidak ingin menyerah.

Foto: Istimewa

Ia juga sempat terpaksa terputus silaturahmi dan tidak berkomunikasi dengan keluarganya kurang lebih lima tahun karena pilihannya ini. Beruntung, ia sudah mulai mempunyai penghasilan sendiri sejak SMA, sehingga bisa bertahan sendirian. Menurutnya, tak mudah memberi pengertian ke keluarga, hingga suatu ketika cobaan datang menghampiri keluarganya.

Tepatnya 2008, ketika sang papa dan kakaknya meninggal secara bersamaan. Saat itu pula ia harus menjadi kepala keluarga. Ibu dan adiknya menerimanya kembali di tengah keluarga.

"Pada saat itu gue tidak punya pilihan lain selain menjadi orang kuat. Caranya yaitu dengan mendekatkan diri ke Allah, curhat dengan Allah," ungkap Tommy saat ditemui di Citywalk Sudirman.

"Kalau radio cinta pertama gue, Islam itu cinta kedua gue," Tommy menjelaskan.

"Gue pernah tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa, jadi apa yang mesti gue takutin. Islam mengajarkan gue menjadi orang kuat dan sabar, bahwa ketika semua diserahkan ke Allah maka semua akan indah sekali," ucap Tommy saat menceritakan perjalanan hidupnya.

Kini Tommy mengaku semakin dekat dengan ibu dan adiknya. Perbedaan menyatukan mereka. Tommy sangat bersyukur memiliki agama yang dipelajari sendiri. Bukan warisan dari keluarga ataupun saudara. Untuk bisa menjalankan agama sendiri tanpa konflik di tengah perbedaan itu tidak mudah. Ia berharap jika di luar sana ada orang sepertinya, semoga bisa semakin istikamah.

Sehari-hari, Tommy Prabowo aktif sebagai penyiar radio, MC dan host di beberapa acara. Selain populer di dunia broadcasting, laki-laki berkepala mulus ini juga sangat populer di media sosial, khususnya Instagram. Akun  Instagramnya @tommyprabowo telah diikuti 13 ribu lebih pengikut.

Penulis:

Lasmie

Citizen Journalist Sahabat Liputan6.com

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Artikel Selanjutnya
Dianggap Sok Peduli, Anji: Leticia Anak Saya, Bukan Anakmu
Artikel Selanjutnya
Mimpi Eks Lurah yang Jalani Hukuman Seumur Hidup di Nusakambangan