Sukses

Bantu WNI Bangun Madrasah untuk Anak-Anak di Kamboja

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok Banana Pirates yang terdiri dari empat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Friendship From Indonesia dan teman-teman WNI di Kamboja yang tergabung dalam Permika (Persatuan Masyarakat Indonesia di Kamboja) akan membantu pembuatan madrasah atau sekolah yang khusus mengajarkan agama Islam bagi warga muslim di Kampong Trabeang Chok, distrik Punnyea Krek, provinsi Kampong Cham, Kamboja.

Provinsi Kampong Cham merupakan tempat tinggal bagi sebagian besar suku Cham, yaitu etnis yang berasal dari kerajaan Champa yang beragama Islam.

Islam adalah agama terbesar kedua di Kamboja yang hampir semua berasal dari etnis Cham, berjumlah sekitar 236.000 orang atau 1,6% dari populasi negara itu. Etnis Cham juga merupakan etnis minoritas kedua terbesar setelah etnis Vietnam yang ada di Kamboja.

Kondisi perekonomian suku Cham tidak begitu baik. Mayoritas mata pencaharian mereka adalah petani, buruh, dan nelayan. Dengan biaya hidup yang tinggi di Kamboja dan menjadi etnis minoritas, suku Cham yang kebanyakan termasuk warga kurang mampu, tidak bisa mendapat bantuan dari negaranya sendiri.

Perbedaannya dengan warga muslim kurang mampu di Indonesia adalah banyak orang yang bisa menjadi penyalur infaq karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sedangkan di Kamboja, penduduk yang beragama Islam hanya sekitar 1,6% saja.

Informasi kebutuhan sekolah agama tersebut diperoleh saat mereka mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian baju muslim yang dibantu para donatur dari Indonesia dan Kamboja pada 21 Januari 2017. Selama ini, anak-anak dan warga belajar tentang agama di teras samping masjid yang dibuat seperti ruang kelas sederhana.

Sudah sekitar 10 tahun mereka menginginkan adanya madrasah yang bisa mereka tempati, begitu pengakuan guru bahasa Arab yang kami wawancarai. Lahan untuk pembangunan sudah tersedia tepat di samping masjid yang dibangun berkat bantuan kerajaan Saudi Arabia. Umumnya di kawasan Indocina memang terdapat madrasah di samping setiap masjid sebagai pusat kegiatan pendidikan agama bagi warga muslim. Dan fenomena ini selalu kami saksikan di Singapura, Vietnam, dan Thailand. Hal ini terjadi karena mereka tidak mendapatkan ilmu agama di sekolah negeri milik pemerintah.

Ayok bantu membangun madrasah untuk anak Kampong Cham dengan berdonasi sekarang di sini.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Artikel Selanjutnya
Doa Anak-Anak Banyumas untuk Korban Tragedi Kemanusiaan Rohingya
Artikel Selanjutnya
Buka Taman Bacaan, Cara Risma Tangkal Remaja Nakal