Sukses

Tragis, Ini 5 Pesta Paling Bejat di Zaman Kuno

Liputan6.com, Jakarta - Dalam momen-momen tertentu pasti kamu berkeinginan menggelar pesta yang meriah dan membuat banyak orang bahagia. Namun, beberapa pesta pada zaman kuno membuat kita geleng-geleng kepala. Pesta yang dibuat pada zaman kuno tersebut tidak memiliki aturan sama sekali, bahkan bisa dibilang cukup mengerikan.

Berikut lima pesta pada zaman kuno yang bakal bikin kamu tercengang.

1. Pesta sang Kaisar Nero

Kaisar Nero memang dikenal memiliki kebiasaan yang tak lumrah. Ia dikenal sebagai kaisar yang mimiliki tempramen tinggi dan sangat menyukai perempuan. Bahkan, tak ada yang tahu sudah berapa banyak perempuan yang menjadi korbannya.

Namun, sebagai rakyat mereka tak dapat berbuat apa-apa dan tetap tunduk untuk mengikuti pesta yang diadakan setiap bulannya. Pesta sang kaisar pun tak pernah lepas dari minum anggur dan juga tarian-tarian erotis. Parahnya lagi, bagi perempuan Roma yang akan melangsungkan pernikahan, mereka terlebih dahulu merelakan diperawani sang kaisar sebagai sebuah penghormatan dan juga legalitas untuk menikah.

2. Pesta Perkawinan Mesir Kuno

Bangsa Mesir Kuno memang sering dikaitkan dengan hal yang aneh. Pernikahan sedarah bagi bangsa Mesir Kuno merupakan hal yang biasa dan wajar dilakukan. Pesta pernikahan sedarah memang sering diadakan oleh raja. Setiap orang, baik itu muda maupun tua, diperbolehkan memilih pasangannya dan mereka perlu melakukan hubungan intim dengan kerabat dengan tujuan untuk menjaga generasi keluarga.

 

1 dari 3 halaman

3. Bacchanalia, Pesta Memuja Dewa

Pesta Bacchanalia merupakan pesta pada masa Babylonia Kuno. Pesta tersebut diselenggarakan untuk memperingati Dewa Tammuz. Pesta ini dilakukan dengan bertukar pasangan dan harus melakukan hubungan intim di hadapan umum. Bahkan, tak ada aturan saat pesta berlangsung, sehingga rakyatnya bebas memilih pasangan, hingga bisa memilih hewan seperti kuda untuk pesta tersebut.

4. Beltane, Festival Aneh Bangsa Viking

Pesta pertama yang dilakukan pada awal musim panas oleh bangsa Viking adalah Beltane. Awalnya pesta tersebut berlangsung seperti festival pada umumnya. Para rakyat membangun api unggun raksasa dan selanjutnya mereka menari-nari di sekitar api unggun tersebut.

Para pemburu pun mengumpulkan hasil buruan untuk disantap bersama. Namun saat puncak festival berlangsung, para pemburu diwajibkan untuk memilih pasangannya sendiri dan diajak untuk berhubungan badan di sekitar api unggun.

 

2 dari 3 halaman

5. Pesta Amoral Bangsa Sodom dan Gomora

Sudah tak perlu penjelasan yang mendetail karena semua agama Abrahamik (Yahudi, Kristen dan Islam) percaya bahwa kota Sodom dan juga kota Gomora hancur karena para penduduknya sendiri yang senang bermaksiat. Namun, di kota tersebut mereka cenderung berhubungan dengan sesama jenis. Hal ini pula yang mengakibatkan kedua kota itu hancur.

Penulis:

Novita Ayuningtyas

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Arkeolog Temukan Mal Zaman Romawi Berusia 2.000 Tahun
Artikel Selanjutnya
Bukan Takhayul, Kemukus Juga Tandai Kelahiran Bung Karno