Sukses

7 Negara yang Gratiskan Biaya Kuliah Bagi Mahasiswanya

Liputan6.com, Jakarta - Kamu pasti memilik impian untuk dapat menghemat biaya kuliah, bahkan gratis. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi di seluruh negara dan memerlukan beberapa persyaratan. Berikut 7 negara yang menerapkan biaya pendidikan gratis, baik untuk seluruh negara maupun tertentu.

1. Finlandia

Negara Eropa bagian utara ini tidak mengenakan biaya pendidikan dan menawarkan sejumlah program di universitas dalam bahasa Inggris. Namun, pihak pemerintah negara ini mengingatkan kepada orang asing yang tertarik untuk berkuliah di Finlandia, bahwa mereka harus mandiri dalam menanggung semua biaya hidup sehari-hari. Dengan kata lain, Finlandia hanya akan membiayai pendidikanmu.

Sebelumnya, pemerintah ingin agar universitas di Finlandia menghapus kebijakan tersebut untuk warga negara asing pada 2016. Akan tetapi, hal tersebut ditunda karena banyaknya protes dari publik karena ditakutkan akan membuka pintu pada mahasiswa asli Finlandia untuk membayar kuliah.

Jadi, sebelum pemerintah Finlandia berubah pikiran, kamu bisa mencoba untuk mendaftar kuliah di sana. Bayangkan, kamu hanya harus memikirkan tempat tinggalmu dan kehidupan sehari-hari tanpa harus memusingkan biaya kuliah. Walaupun gratis, Finlandia tetap memiliki universitas terbaik seperti University of Helsinki, Abo Academy University, University of Turku, dan University of Tampere.

2. Norwegia

Universitas di Norwegia tidak akan membebankan biaya pendidikan bagi pelajar internasional. Namun, biasanya ada biaya yang terkait dengan organisasi mahasiswa dengan biaya sekitar 40-80 Euro atau sekitar 600 ribu hingga 1,2 juta rupiah per semester. Sistem pendidikan perguruan tinggi Norwegia mirip dengan Amerika Serikat, yaitu ukuran kelas kecil dan profesor yang mudah untuk ditemui. Banyak universitas mereka yang menawarkan program pengajaran dalam bahasa inggris.

Namun, jangan harap kamu dapat menghemat uang di Norwegia, karena mereka memiliki tingkat biaya hidup tertinggi di dunia untuk para ekspatriat (seseorang yang tinggal sementara atau menetap di luar negara mereka dilahirkan atau dibesarkan). Biasanya, mahasiswa membutuhkan biaya sekitar 22 juta rupiah per bulan untuk menutupi biaya akomodasi, makan, transportasi, dan hiburan.

Sebelum memutuskan untuk berkuliah di sini, ada baiknya kamu memilih daerah yang cocok. Menurut Norwegian Centre for International Cooperation in Education, musim dingin di berbagai belahan negara sangatlah berbeda, jadi kamu harus bersiap-siap dengan cuaca di sana.

Negara ini tetap mempertahankan biaya gratis karena mereka tetap ingin mempertahankan keragaman dan kualitas dari populasi mahasiswa internasional. Beberapa universitas terbaik di Norwegia, yaitu University of Oslo, University of Bergen, Western Norway University of Applied Sciences, dan University of Tromso.

1 dari 4 halaman

3. Slovenia

Sektiar 150 program kuliah berbahasa Inggris tersedia di negara ini dan warga negara asing hanya perlu membayar biaya registrasi. Slovenia sendiri berbatasan dengan Italia dan Kroasia, yang merupakan destinasi terpopuler di Eropa. Slovenia sebenarnya memiliki pendidikan dengan rating tinggi dan dianggap salah satu yang terbaik di Uni Eropa, salah satu perguruan tinggi terbesar di dunia di Slovenia adalah University of Ljubljana.

Slovenia juga menawarkan biaya hidup murah bagi mahasiswa. Misalnya, menyewa kamar di perumahan swasta mulai dari 220 dollar atau sekitar 2,9 juta rupiah per bulan dan asrama universitas di bawah 150 dollar atau sekitar 1,9 juta rupiah. Selain itu, biaya makan di restoran di Slovenia juga tidak lebih dari 15 dollar atau sekitar 200 ribu rupiah.

4. Swedia

Swedia merupakan rumah bagi beberapa universitas terkemuka dunia, seperti Lund University dan Stockholm University. Mereka menawarkan beberapa gelar dengan biaya yang paling efisien di dunia. Lebih dari 900 program yang terdaftar di 35 universitas, diajarkan dalam bahasa inggris.

Namun, kini Swedia tidak menerapkan pendidikan gratis lagi bagi mahasiswa internasional. Akan tetapi, banyak universitas di Swedia yang memberikan kuliah PhD gratis dan sebagian besar program diajarkan dalam bahasa Inggris.

Jika mengambil posisi PhD di Swedia, mahasiswa mendapat pendanaan atau gaji dari pihak universitas atau lembaga. Biaya untuk mendaftar kuliah di Swedia sendiri sekitar 110 dollar atau sekitar 1,4 juta rupiah pada Februari 2016. Mahasiswa juga perlu menyediakan setidaknya 1.000 dollar atau sekitar 13 juta untuk biaya hidup.

2 dari 4 halaman

5. Jerman

Jerman adalah negara yang populer di dunia bagi siswa internasional karena universitasnya benar-benar tidak mengenakan biaya kepada mahasiswa dengan kebangsaan apapun. Percaya bahwa pendidikan adalah hak, Jerman memimpin dalam memberi gelar kepada semua orang di seluruh dunia. Terdapat lebih dari 1.000 program yang diajarkan dalam bahasa Inggris oleh universitas-universitas Jerman.

Beberapa destinasi yang dituju mahasiswa adalah Humboldt University di Berlin dan Technical University di Munich. Data dari German Academic Exchange Service menunjukan bahwa biaya hidup bulanan untuk mahasiswa di Jerman adalah sekitar 960 dollar atau sekitar 12,6 juta rupiah, dan sudah termasuk biaya sewa kamar, transportasi, makanan, dan hiburan.

Perlu dicatat, walaupun negara ini menawarkan biaya kuliah gratis di universitas negeri Jerman, akan ada biaya untuk mendukung kegiatan mahasiswa yang berkisar antara 55 dollar hingga 280 dollar atau sekitar 726 ribu rupiah hingga 3,6 juta rupiah setiap semesternya.

6. Denmark

Denmark merupakan salah satu lokasi yang populer di Eropa karena memberikan biaya rendah untuk pendidikan, dengan kualitas pengajaran yang baik. Pendidikan di Denmark gratis untuk semua mahasiswa Bachelor dan Master yang berasal dari wilayah Uni Eropa atau Wilayah Ekonomi Eropa dan mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam program pertukaran di Denmark.

Ada beberapa universitas di Denmark yang tidak mengenakan biaya pendidikan untuk mahasiswa dari wilayah Uni Eropa atau Wilayah Ekonomi Eropa, seperti Aalborg University, University of Southern Denmark, dan Roskilde University.

Namun, bagi mahasiswa yang tidak berasal dari wilayah Uni Eropa atau Wilayah Ekonomi Eropa, Denmark tetap menawarkan biaya yang tergolong murah untuk kuliah di sana. Misalnya, biaya rata-rata di Aarhus University yaitu sekitar 158 juta rupiah per tahun, University of Copenhagen–berkisar antara 142 juta hingga 237 juta rupiah, dan Technical University of Denmark sekitar 213 juta rupiah.

Biaya hidup rata-rata di Denmark untuk mahasiswa sendiri sebenarnya lebih tinggi daripada tempat lain dan jauh di atas rata-rata negara Eropa. Perkiraan kasar dari biaya hidup bulanan secara keseluruhan di Denmark mencapai 750 hingga 900 euro atau sekitar 11,9 juta hingga 14,2 juta rupiah per bulan, bahkan di Copenhagen, biaya hidup seorang mahasiswa bisa mencapai 1.200 euro atau sekitar 19 juta rupiah per bulan.

3 dari 4 halaman

7. Islandia

Negara ini bisa menjadi salah satu pilihanmu jika ingin menghemat biaya kuliah. Semua perguruan tinggi di negara ini membebaskan biaya kuliah bagi mahasiswa internasional.

Setidaknya, ada 5 persen mahasiswa internasional dari mahasiswa nasional di negara ini. University of Iceland adalah salah satu yang terbesar di Islandia dan tidak mengenakan biaya pendidikan apapun. Namun, terdapat biaya pendaftaran tahunan sebesar 600 dollar atau sekitar 7,9 juta rupiah.

Di sini, calon mahasiswa harus memiliki tingkat pendidikan yang setara dengan ujian matrikulasi (program penyetaraan ilmu) bahasa Islandia. Secara umum, universitas mengajar dalam bahasa Islandia, tetapi ada beberapa program pascasarjana yang diberikan dalam bahasa inggris oleh University of Iceland, Reykjavik.dan University of Akureyri. Di negara ini, setidaknya mahasiswa membutuhkan biaya sekitar 980 dollar sekitar 12,9 juta rupiah per bulan untuk menutupi akomodasi dan biaya hidup.

Penulis:

Meidiana Triani

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Menperin: Mata Kuliah Coding Wajib Ada di Perguruan Tinggi
Artikel Selanjutnya
Anak Tumbuh Cerdas di Meikarta