Sukses

Cantiknya Pantai Tureloto, Laut Mati Sumut dengan Sejuta Pesona

Liputan6.com, Sumatera Utara - Pada liburan kali ini, enggak ada salahnya untuk memilih Nias, Sumatera Utara sebagai destinasi traveling. Pasalnya, pulau yang terkenal dengan tradisi lompat batu ini ternyata memiliki banyak potensi pariwisata yang sayang banget untuk dilewatkan lho.

Salah satu contohnya adalah Pantai Tureloto, objek wisata yang sedang hits di kalangan traveler karena punya kemiripan dengan Laut Mati di Yordania.

Alasan mengapai Pantai Tureloto disebut sebagai Laut Mati ala Indonesia adalah karena kadar garam tinggi yang dimiliki oleh tempat ini. Kamu nggak perlu takut tenggelam saat berenang di pantai ini.

Sebab, kandungan garam tersebut bisa menopang tubuh sehingga tanpa perlu usaha khusus kamu bisa mengapung dengan sendirinya.

Namun, pesona tempat ini nggak cuma itu saja lho. Hamparan batu karang berbentuk unik yang hadir di pantai berpasir putih dan berair jernih ini juga menambah cantiknya wajah tempat wisata tersebut. Karena bentuknya, warga lokal lebih senang menyebut batu karang itu dengan nama batu otak.

Batu karang tersebut muncul karena dampak dari gempa dan tsunami yang melanda pesisir Sumatera pada tahun 2005. Inilah yang membuat area bibir Pantai Tureloto seperti memiliki benteng karang yang megah.

Selain mempercantik pemandangan, benteng tersebut juga menjadi penghalau gelombang besar sehingga membuat kondisi air di sana jadi selalu tenang.

Spot benteng karang ini biasanya dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai tempat untuk bersantai-santai menikmati pemandangan yang ada di sana atau berwisata swafoto.

Berbeda dengan Laut Mati di Yordania, biota laut yang cantik masih tetap bisa hidup di Pantai Tureloto meski air yang ada di sana mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Jadi, kalau kamu memang punya rencana untuk liburan ke sana jangan lupa untuk menyempatkan diri ber-snorkeling ya!

Aktivitas seru lain yang bisa kamu nikmati saat berada di pantai ini adalah keliling menggunakan perahu tradisional saat senja tiba. Panorama langit jingga yang memantul ke permukaan air pantai akan menambah romantis suasana di sana.

Selengkapnya bisa kamu baca di sini.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan video menarik berikut.

Artikel Selanjutnya
Pagi Menawan di Pantai Buan Liman
Artikel Selanjutnya
Pantai Tarimbang, Surga Peselancar di Sumba Timur