Sukses

5 Oktober 1965, HUT TNI Paling Menyedihkan Sepanjang Sejarah

Liputan6.com, Jakarta Tepat hari ini, 5 Oktober 2017, Indonesia merayakan HUT TNI yang ke-72. Perayaannya dilangsungkan dalam upacara yang berlokasi di Pelabuhan Deramaga Indah Kiat Cilegon, Banten.

Upacara peringatan HUT TNI dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara.

Tak banyak yang tahu, pada 1965, peringatan HUT TNI menjadi salah satu yang paling menyedihkan sepanjang sejarah. Itu karena pada HUT TNI tersebut dilangsungkan pula pelepasan jenazah para jenderal yang terbunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September atau G30S.

Pelaksanaan upacara dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Jenderal Abdul Haris Nasution sempat membawakan pidato yang menyedihkan pada waktu itu.

"Fitnah, fitnah berkali kali, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, lebih jahat dari pembunuhan, kita semua difitnah, dan saudara-saudara telah dibunuh, kita diperlakukan demikian."

Itulah sedikit bunyi sambutan yang dibawakan Jenderal AH Nasution. Setelah itu, jenazah Letjen Ahmad Yani, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen Siswondo Parman, Mayjen Suprapto, Brigjen Donald Isaac Panjaitan, Brigjen Sutojo Siswomihardjo dan Lettu Pierre Tendean pun dimasukkan ke liang lahat. Upacara pemakaman tersebut disaksikan ribuan masyarakat. Meski sedih, keluarga korban mencoba tabah.

Peringatan HUT TNI tersebut diklaim sebagai salah satu yang paling menyedihkan sepanjang sejarah Indonesia. Hal tersebut seperti yang kutipan AH Nasution yang satu ini.

"Hari ini, hari angkatan bersenjata kita, hari yang selalu gemilang, tapi yang kali ini, hari yang dihinakan oleh fitnahan, dihinakan oleh pengkhianatan, dihinakan oleh penganiayaan."

 

1 dari 2 halaman

Pidato Lengkap

Berikut pidato lengkap Jenderal AH Nasution pada HUT TNI tahun 1965 tersebut.

 

Para prajurit sekalian...Kawan-kawan sekalian...Terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang lepaskan...

Bissmillahirrahmanirrahiim...

Hari ini hari angkatan bersenjata kita, hari yang selalu gemilang, tapi yang kali ini, hari yang dihinakan, oleh fitnahan, dihinakan oleh pengkhianatan, dihinakan oleh penganiayaan, tetapi hari angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit tetap rayakan dalam hati sanubari kita, dengan tekad kita, dengan nama Allah yang maha kuasa, bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan;

Jendral Suprapto

Jendral Hartono, Haryono

Jendral Parman

Jendral Panjaitan

Jendral Sutoyo

Letnan Tendean

Kamu semua mendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita, meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci.

Kamu semua, tidak ada yang lebih tahu dari pada kami yang disini, daripada saya sejak 20 tahun kita selalu bersama sama membela negara kita, perjuangan kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita.

Saya tahu, kamu manusia, tentu ada kekurangan, kesalahan kita semua demikian, tapi saya tahu kamu semua, lewat 20 tahun penuh memberikan semua darma baktimu semua yang ada padamu untuk cita-cita yang tinggi itu, dan karena itu, kamu, biarpun, hendak dicemarkan, hendak difitnah, bahwa kamu pengkhianat.

Justru di sini kami semua, saksi yang hidup, kamu adalah telah berjuang, sesuai dengan kewajiban kita semua, menegakkan keadilan, kebenaran, kemerdekaan. Tidak ada yang ragu ragu, kami semua sedia juga, mengikuti jalan kamu. Jika memang fitnah mereka itu benar, kami akan buktikan.

Rekan rekan, adik-adik saya sekalian. Saya sekarang sebagai yang tertua, dalam TNI yang tinggal bersama lainnya, akan meneruskan perjuangan kamu, membela kehormatan kamu, menghadaplah sebagai pahlawan, pahlawan dalam hati kami seluruh TNI. Sebagai pahlawan menghadaplah, kepada asal mula kita, yang menciptakan kita, Allah SWT. Karena akhirnya Dialah Panglima Kita Yang Paling Tertinggi. Dialah yang menentukan segala sesuatu, juga atas diri kita semua.

Tetapi dengan keimanan ini juga, kami semua yakin, bahwa yang benar akan tetap menang, dan yang tidak benar akan tetap hancur. Fitnah, fitnah berkali-kali, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, lebih jahat dari pembunuhan, kita semua difitnah, dan saudara saudara telah dibunuh, kita diperlakukan demikian.

Tapi jangan kita, jangan kita dendam hati, iman kepada Allah SWT, iman kepada Nya, mengukuhkan kita. Karena Dia perintahkan, kita semua berkewajiban, untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
5 Momen Bersejarah yang Terjadi Tepat pada 17 Agustus 2017