Sukses

Kibarkan Merah Putih Raksasa, Pramuka Pecahkan Rekor Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Gerakan Pramuka kembali memberi kejutan. Kali ini melalui pengibaran bendera Merah Putih raksasa berukuran 1000 meter persegi di Pantai Corong, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), 28 Oktober 2017 lalu.

Bendera raksasa itu, dibentangkan di ketinggian 110 meter menggunakan menara dari rangkaian bambu. Aksi ini dimotori Kwatir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Paser Utara bersama TNI, Polri, lintas SKPD, ormas, komunitas, serta masyarakat.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menyampaikan apresiasinya pada Kwarcab Gerakan Pramuka PPU yang berhasil dan sukses mengibarkan bendera terbesar. Tidak hanya memecahkan rekor Nasional, tapi juga memecahkan rekor dunia.

“Saya sangat bangga PPU dapat melaksanakan amanah ini, rekor ini bukan hanya mengharumkan nama PPU saja, tapi juga mengharumkan nama Kaltim dimata dunia,” katanya seperti dilansir dari penajamkab.go.id.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka PPU, Sudirman menjelaskan, persiapan pengibaran bendera terbesar ini memakan waktu cukup panjang. Persiapan juga menemui beberapa kendala seperti finansial, kurangnya personel, dan sulitnya memperoleh tiang bambu dan kayu nibung. Bahkan, menara bambu itu sempat miring akibat hembusan angin puting beliung.

“Dengan personel yang sedikit mengangkat kayu nibung seberat 400 kilogram saya rasa cukup berat, terlebih jarak tempuh yang dilalui sepanjang 400 meter. Tapi itu semua dapat kita lewati hingga pada akhirnya pengibaran berjalan lancar dan sukses,” ucapnya seperti dilansir dari penajamkab.go.id.

Dia menambahkan, kendala tersebut tidak mematahkan semangat perjuangan anggota Pramuka. Hasilnya pun dapat dilihat pada peringatan sumpah pemuda yang berjalan lancar dan sukses.

 

A post shared by Gerakan Pramuka (@gerakanpramuka) on

“Kemenangan yang sesungguhnya yaitu kemenangan hari ini. Perang hari ini adalah perang yang sesungguhnya bagi Pramuka,” tegasnya seperti dikutip dari

Persiapan pengibaran bendera raksasa itu memakan waktu 18 hari pengerjaan. Sementara bahan yang digunakan terdiri dari bambu sekitar 2.000 batang, kayu nibung sekitar 300 batang, dan pohon kelapa sekitar 100 batang.

“Bendera ini rencananya akan kita kibarkan sekitar 3 bulan kalau cuaca mendukung. Tapi kita tetap melihat kemampuan, ketika nanti angin selatan datang dan angin bertiup kencang mau tidak mau harus kita turunkan untuk meminimalisir resiko panjang,” ucap anggota Pramuka tersebut.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini: