Sukses

Klaim dari Mars, Pria Ini Mau Selamatkan Bumi dari Perang Nuklir

Liputan6.com, Jakarta - Banyak hal atau peristiwa kontroversi yang terjadi di dunia ini. Dari banyaknya kontroversi yang muncul, tidak ada satu pun jawaban pastinya, karena selalu ada pihak pro dan kontra dalam suatu masalah.

Seorang pria dari Volgograd, Rusia, baru-baru ini menjadi sorotan setelah mengklaim bahwa dia lahir di Mars sebelum dilahirkan kembali di Bumi. 

Boris "Boriska" Kipriyanovich (21) mengklaim bahwa dia tinggal di Mars pada kehidupan sebelumnya sampai sebuah perang nuklir menghancurkan atmosfer dan semua peradaban di Mars. Dia kemudian terlahir kembali di Bumi.

Nadezhda, ibu Boris, mengatakan bahwa selama persalinan dia tidak merasakan sakit. Ketika dia memegang Boris untuk pertama kalinya, bayi itu malah menatapnya dengan tajam layaknya orang dewasa.

Boris kecil malah mulai bisa mengucapkan kata pertamanya di usia empat bulan. Lalu, pada usianya satu setengah tahun, Boris sudah bisa membaca, menggambar dan melukis. Melihat kecerdasannya itu, sang ibu akhirnya mendaftarkan Boris ke taman kanak-kanak di usia dua tahun. 

"Terkadang dia duduk dan mulai memberi tahu kami fakta terperinci tentang Mars, sistem planet, dan peradaban lainnya yang benar-benar membuat kami bingung," kata Nadezhda.

"Dia bisa menyebutkan semua planet tata surya, bahkan satelit, nama dan jumlah galaksi mereka. Awalnya sangat menakutkan, kemudian saya memutuskan untuk memeriksa apakah nama tersebut benar. Saya mengambil beberapa buku tentang astronomi dan saya sangat terkejut mengetahui bahwa anaknya tahu banyak tentang dunia astronomi," lanjutnya.

1 dari 2 halaman

Terlahir untuk Mencegah Perang Nuklir

Boris yang lahir pada 1996 itu mengaku bahwa dia bersama anak lainnya dari Mars datang untuk membantu mencegah bencana nuklir di Bumi. Dia juga menyebut dirinya dan orang-orang seperti dia sebagai anak Nila. Dia mengklaim telah mengunjungi Bumi sebagai pilot pada awal masa Mesir.

"Kita bisa bepergian dalam ruang dan waktu menggunakan pesawat ruang angkasa, kita mengamati kehidupan di Bumi dengan pesawat segitiga. Pesawat ruang angkasa Mars sangat rumit. Mereka berlapis, dan mereka bisa terbang melintasi alam semesta," kata Boris

Boris menggambarkan bahwa Mars memiliki badan setinggi dua meter, dan bisa menghentikan penuaan pada umur 30-35 tahun. Mereka menghirup karbon dioksida. Ketika ditanya oleh Project Camelot mengapa dia tidak menghirup karbon dioksida, Boris berkata, "Jika saya berada dalam tubuh ini, saya menghirup oksigen."

Boris menambahkan bahwa rakyatnya masih hidup, tapi sekarang tinggal di bawah tanah akibat perang nuklir yang mereka lakukan di permukaan.

"Kehidupan manusia akan berubah saat Sphinx dibuka, ia memiliki mekanisme pembuka di belakang telinga. Saya tidak ingat persisnya. Dia juga berbicara tentang peradaban kuno yang disebut The Lemurians yang hidup di Bumi, tapi hancur saat bencana alam," lanjut Boris.

Penulis:

Reza Sugiharto

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Pasca-Uji Coba Nuklir Korut, Trump Setuju Jual Senjata ke Korsel
Artikel Selanjutnya
Teknologi Rudal Korut, Bersumber dari Rusia dan Ukraina?