Sukses

Serunya Menapak Tilas Gua Ashabul Kahfi di Yordania

Liputan6.com, Jakarta - Atas undangan resmi dari Kedutaan Besar Kerajaan Yordania di Jakarta dan Jordan Tourism Board, saya berkesempatan untuk mengunjungi langsung situs bersejarah Gua Ashabul Kahfi, atau dikenal juga dengan Cave of the Seven Sleepers yang terletak di Kota Abu Alanda, Yordania. Kisah ini terabadikan juga di dalam kitab suci Alquran, yakni Surat Al-Kahfi. Yak, silakan di-iqra.

Menurut informasi yang saya dapatkan dari Ramzi, pemandu asal Yordania yang menemani saya saat itu, sejarah singkat gua ini bermula ketika ada tujuh orang pemuda yang berhadapan dengan Raja Diqyanus (Decius) yang zalim dan seorang penyembah berhala.

Intinya, ketujuh pemuda tersebut mengakui hanya beriman kepada Allah yang menguasai langit dan bumi. Sang raja tahu dan akhirnya ketujuh pemuda itu dipaksa untuk tunduk kepada raja saja. Jika tetap melawan, mereka akan dimurtadkan secara paksa atau dihukum mati.

Akhirnya, ketujuh pemuda tersebut melarikan diri dari raja yang zalim. Bersama seekor anjing, mereka ke sebuah gua yang letaknya di Al-Rajib (dalam Alquran disebut Al-Raqim), sekitar 10 km sebelah Timur Amman, ibu kota Yordania dan bersembunyilah mereka di situ.

Di sini kuasa Allah mulai bekerja terhadap hamba-hamba-Nya. Allah menakdirkan mereka tidur dalam waktu yang sangat lama, yaitu 309 tahun Hijriah atau 300 tahun Masehi.

1 dari 2 halaman

Singkat Cerita

Beberapa sumber mengatakan bahwa ada puluhan lokasi di dunia yang diklaim menjadi lokasi sesungguhnya dari gua Ashabul Kahfi.

Ada yang bilang bahwa peristiwa ini terjadi di wilayah Suriah, ada juga yang bilang di Efesus. Namun, berdasarkan pendapat beberapa ahli, lokasi yang paling sesuai dengan yang tertulis di Alquran adalah yang berada di Yordania ini.

Hal ini bisa terlihat dari detail gua seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat surat Al Kahfi, yaitu masih dapat kita lihat reruntuhan seperti bekas tempat peribadatan dari tepat di atas gua. Tempat ibadat yang dimaksudkan adalah rumah ibadat penganut Nasrani. Ketika zaman kerajaan Umaiyah, rumah ibadat tersebut telah dijadikan masjid.

Selengkapnya, baca langsung di sini

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: